Kata "Amazing Grace" pasti sudah sering kita dengar dan bahkan kita nyanyikan. Hymn ini dikarang oleh Bpk. John Newton yang hidup pada tahun 1725-1807. Dia memiliki seorang ibu sangat tekun dalam berdoa tetapi ibunya meninggal ketika John berusia 7 tahun. Ayahnya kemudian menikah lagi dan setelah beberapa tahun ia mengecap pendidikan, ia pun bergabung dengan ayahnya sebagai pelaut. Hidupnya penuh dengan kejahatan dan dosa, ia terlibat dalam jual beli budak pada saat kerja sebagai anak buah kapal. Tidak ada seorang pun yang dapat mencegahnya.
10 Maret 1748, ketika kembali ke Inggris dari Afrika, terjadi badai besar yang menimpa kapalnya sehingga ia hampir mati. John membaca buku "Imitation of Christ" by Thomas Kempis. Kempis adalah seorang pendeta dari Belanda (1380-1471). Buku ini masih dicetak hingga saat ini sebagai salah satu karya klasik keagamaan. Isi dari buku ini dan juga pengalaman yang menakutkan di laut membuat John Newton bertobat dan menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadinya.
Setibanya di Inggris, dia mulai ikut bersama-sama dengan rombongan tim Pekabaran Injil (PI) dan pergi ke daerah-daerah sehingga kerohaniaannya mulai bertumbuh. Sejak itu, dia mencintai PI dan senang jikalau orang lain diselamatkan. Di usia ke 39, dia menjadi hamba Tuhan di sebuah desa kecil yang bernama Olney, dekat Cambridge di Inggris. Ia kenal dengan seorang bapak hymn, William Cowper. Bersamanya membuat lagu-lagu hymn dan membuat program-program PI tahunan. Selama 15 tahun (1764-1779), ia menjadi Hamba Tuhan yang sangat menjadi berkat dan berpengaruh dalam kehidupan pelayanannya.
Beberapa tahun menjelang kematiannya, ia menderita penyakit hilang ingatan. Tetapi ada 2 hal yang tidak pernah dia lupa bahwa dia dulu adalah seorang pendosa besar tetapi Kristus adalah Penyelamat dia yang Agung. Dia ingat akan kasih dan anugerah Allah yang telah merubah hidupnya.
Lagu "Amazing Grace" sebenarnya berisi 6 bait dan berjudul "Faith's Review and Expectation" berdasar pada I Tawarik 17:16-17. Hymn ini dikarang olehnya atas pengalaman hidup yang dia alami bersama dengan Tuhan. "Sebab oleh kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri" (Efesus 2:8,9)
Amazing Grace ini nyata hidup atas diri John Newton. Amazing Grace ini juga nyata atas hidup saya. Ketika saya menoleh ke belakang...ketika masih bersekolah di Singapore Bible College, hari lepas hari saya hidup hanya karena anugerah Tuhan saja. Hingga saat ini, saya masuk dalam pelayanan saya, hidup saya hanya karena anugerah Tuhan saja. Tak ada yang patut dibanggakan...hanya kemuliaan tertinggi yang patut diberikan kepada Tuhan kita.
Amazing Grace apa yang telah nyata dalam hidup kita?
from: 101 Hymn Stories
Thursday, February 1, 2007
Thursday, January 11, 2007
Fear the Lord
Renungan ini saya dapatkan ketika saat teduh pada tanggal 1 Januari 2007. Diambil dari Keluaran 1:1-22, kisah bangsa Israel yang ditindas di Mesir oleh Raja Mesir. Dalam kisah penindasan dan penderitaan yang hebat yang dialami oleh bangsa Israel ada kisah tentang 2 wanita Ibrani yang berhati mulia yaitu 2 bidan yang yang bernama Sifra dan Pua yang diperintahkan oleh sang Raja Mesir untuk membunuh bayi laki-laki yang lahir. Tetapi karena mereka takut akan Allah, mereka membiarkan semua bayi laki-laki bangsa Israel untuk tetap hidup. Allah memberikan hikmat kepada mereka ketika mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka di hadapan Raja Mesir. Dan karena mereka takut akan Allah, Allah memberkati mereka dengan membuat mereka berumah tangga.
2 bidan itu walaupun ada indikasi sebagai bangsa Mesir tetapi mereka takut akan Allah...mereka mentaati Allah untuk tidak membunuh, maka Allah pun memberkati mereka.
Kita adalah manusia ciptaan Allah yang diciptakan dari debu tanah...Debu tanah adalah sesuatu yang sangat rapuh dan mudah hancur, tetapi kenapa Allah menciptakan manusia dari debu tanah yang rapuh? Jika kita memiliki suatu barang yang mudah pecah pasti kita akan sangat berjaga-jaga dalam menjaganya. Atau jika kita sedang sakit, kita pasti akan sangat membutuhkan orang di dekat kita untuk menjaga dan memelihara kita.
Demikian pula dengan kita manusia yang rapuh ini, kita membutuhkan Allah. Allah sebagai Pencipta kita, tanpa Dia kita tidak berarti. Hidup kita hanya digantungkan kepada Dia saja. Allah yang Maha Kuasa yang menguasai kehidupan manusia. Setiap detik kehidupan manusia, Allah telah mengetahuinya. Yang dapat kita lakukan adalah bergantung kepada Dia dan takut akan Dia karena Dia yang memiliki kita. Pdt. Yohan Candawasa dalam kotbahnya di Persekutuan Doa Rabu malam tanggal 31 Jan'07 mengatakan bahwa "Kegagalan adalah awal Kebergantungan". Kebergantungan kepada Allah. Inilah yang Alkitab ajarkan kepada kita untuk hidup bergantung kepada Dia serta takut akan Dia.
Kebergantungan dan takut akan Allah harus kita miliki dalam setiap kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan. Itulah yang menjadi tekad dan komitmen saya di tahun 2007 ini.
Dalam pelayanan, mengajar, apapun yang saya lakukan dan di manapun saya berada, saya mau lebih takut akan Tuhan. Lalu berbicara tentang kerohanian, menjadi teguran dan peringatan bagi saya sebagai hamba Tuhan. Sampai di tingkat apakah kerohanian saya? Apakah saya juga bertumbuh dalam kerohanian saya? Apakah saya benar-benar bergantung kepada Allah? Bagaimana dengan doa saya? Apakah saya juga telah banyak mengucap syukur? Apakah saya bisa lebih mengasihi orang lain? Apakah saya bisa rendah hati dalam setiap pelayanan saya? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang saya tanyakan pada diri saya di awal tahun 2007 yang menjadi komitmen dan tekad saya di tahun ini.
Bagaimana dengan kalian? Pertanyaan-pertanyaan apa yang kalian lontarkan di awal tahun 2007?
My prayer is, Lord, help your servant to fear You always, whatever dan wherever and whenever I am, to obey and to serve You faithfully..My strength is in You because I am weak...I am nothing without You...Help me to seek Your face always...I pray in Jesus' name, Amen.
Subscribe to:
Posts (Atom)
