Thursday, January 11, 2007

Fear the Lord

Renungan ini saya dapatkan ketika saat teduh pada tanggal 1 Januari 2007. Diambil dari Keluaran 1:1-22, kisah bangsa Israel yang ditindas di Mesir oleh Raja Mesir. Dalam kisah penindasan dan penderitaan yang hebat yang dialami oleh bangsa Israel ada kisah tentang 2 wanita Ibrani yang berhati mulia yaitu 2 bidan yang yang bernama Sifra dan Pua yang diperintahkan oleh sang Raja Mesir untuk membunuh bayi laki-laki yang lahir. Tetapi karena mereka takut akan Allah, mereka membiarkan semua bayi laki-laki bangsa Israel untuk tetap hidup. Allah memberikan hikmat kepada mereka ketika mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka di hadapan Raja Mesir. Dan karena mereka takut akan Allah, Allah memberkati mereka dengan membuat mereka berumah tangga.
2 bidan itu walaupun ada indikasi sebagai bangsa Mesir tetapi mereka takut akan Allah...mereka mentaati Allah untuk tidak membunuh, maka Allah pun memberkati mereka.
Kita adalah manusia ciptaan Allah yang diciptakan dari debu tanah...Debu tanah adalah sesuatu yang sangat rapuh dan mudah hancur, tetapi kenapa Allah menciptakan manusia dari debu tanah yang rapuh? Jika kita memiliki suatu barang yang mudah pecah pasti kita akan sangat berjaga-jaga dalam menjaganya. Atau jika kita sedang sakit, kita pasti akan sangat membutuhkan orang di dekat kita untuk menjaga dan memelihara kita.
Demikian pula dengan kita manusia yang rapuh ini, kita membutuhkan Allah. Allah sebagai Pencipta kita, tanpa Dia kita tidak berarti. Hidup kita hanya digantungkan kepada Dia saja. Allah yang Maha Kuasa yang menguasai kehidupan manusia. Setiap detik kehidupan manusia, Allah telah mengetahuinya. Yang dapat kita lakukan adalah bergantung kepada Dia dan takut akan Dia karena Dia yang memiliki kita. Pdt. Yohan Candawasa dalam kotbahnya di Persekutuan Doa Rabu malam tanggal 31 Jan'07 mengatakan bahwa "Kegagalan adalah awal Kebergantungan". Kebergantungan kepada Allah. Inilah yang Alkitab ajarkan kepada kita untuk hidup bergantung kepada Dia serta takut akan Dia.
Kebergantungan dan takut akan Allah harus kita miliki dalam setiap kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan. Itulah yang menjadi tekad dan komitmen saya di tahun 2007 ini.
Dalam pelayanan, mengajar, apapun yang saya lakukan dan di manapun saya berada, saya mau lebih takut akan Tuhan. Lalu berbicara tentang kerohanian, menjadi teguran dan peringatan bagi saya sebagai hamba Tuhan. Sampai di tingkat apakah kerohanian saya? Apakah saya juga bertumbuh dalam kerohanian saya? Apakah saya benar-benar bergantung kepada Allah? Bagaimana dengan doa saya? Apakah saya juga telah banyak mengucap syukur? Apakah saya bisa lebih mengasihi orang lain? Apakah saya bisa rendah hati dalam setiap pelayanan saya? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang saya tanyakan pada diri saya di awal tahun 2007 yang menjadi komitmen dan tekad saya di tahun ini.
Bagaimana dengan kalian? Pertanyaan-pertanyaan apa yang kalian lontarkan di awal tahun 2007?
My prayer is, Lord, help your servant to fear You always, whatever dan wherever and whenever I am, to obey and to serve You faithfully..My strength is in You because I am weak...I am nothing without You...Help me to seek Your face always...I pray in Jesus' name, Amen.